Pages

Selasa, 07 Desember 2010

Pandangan Islam Terhadap Puasa Senin Kamis




       Dewasa ini, ketika umat manusia sudah menemukan teknologi untuk menambah variasi makanan, budaya konsumerisme semakin merajalela. Manusia semakin mudah untuk mendapatkan makanan secara konstan dan instan. Hal ini merupakan pola makan manusia masa kini yang cenderung meningkatkan kemungkinan seorang individu terkena berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit ini pun kemudian bisa menurunkan harapan hidup individu tersebut. Terlepas dari masalah genetik, orang yang banyak makan dengan pola dan kandungan yang tidak sehat tentunya memilih kemungkinan untuk terkena penyakit seperti diabetes, sakit jantung, dan penyakit lainnya.

       Atas dasar pemikiran itulah, para
ilmuwan sekarang mulai meneliti cara untuk menurunkan kemungkinan seorang individu terkena penyakit salah satu cara yang dikaji adalah model pembatasan makanan (diet restriction) sebagai bentuk usaha membatasi makan yang masuk dalam tubuh. ada berbagai macam cara untuk membatasi makanan salah satunya adalah puasa harian.

Puasa dalam Islam berarti menahan diri dari segala sesuatuyang membatalkan seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat. Islam mengenal dua bentuk pasa, puasa wajib dan puasa sunah. Puasa wajib dilaksanakan dalam satu bulan penuh di bulan Ramadhan, sedangkan puasa sunah ada beberapa macam, di antaranya adalah puasa enam hari di bulan syawal, puasa arafah (tanggal 10 Zulhijah), puasa Daud, puasa senin kamis, dan puasa sunah lainnya.

       Puasa merupakan bentuk pengontrolan diri yang diperintahkan Allah pada manusia. Di samping itu, puasa adalah salah satu media untuk menunjukkan ketaatan pada Sang Maha Pencipta yang memiliki banyak keutamaan. Beberapa keutamaan puasa sebagai berikut :

a. Ibadah Khusus yang dipersembahkan kepa Allah Swt, Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda : Allah telah berfirman : "Tiap-tiap amal anak Adam untuknya sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan aAku akan memberikan pembalsan padanya".(HR. Ahmad, Muslim, dan Nasa'i)

b. Amalan yang paling utama pahalanya, Abu Ummah r.a. berkata 'Aku datang kepada Rasulullah dan bertanya : perintahkanlah kepadaku amal perbuatan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.' Rasul bersabda : 'Hendaklah engkau berpuasa karena Sesungguhnya tidak ada amalan yang (pahalanya) melebihi  puasa, 'kemudian ketika aku mendatanginya untuk kedua kali beliau bersabda : 'Hendaklahengkau berpuasa.' (HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim)

c. Orang yang berbuasa dijauhkan dari api neraka Abu Sa'id bin khudri r.a. meriwayatkan bahwa nabi Saw bersabda : "Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, keceali pada hari itu Allah akan
menjauhkan api neraka dari wajahnya 70 tahun perjalanan (Muttafaq 'alaih)

d. Masuk surga melalui pintu Ar-rayan
Sahl bin Sa'id r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda :  "Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-rayan. Pada hari kiamat terdengar seruan : 'Manakah orang-orang yang berpuasa? Maka ketika orang terakhir dari mereka (orang-orang yang berpuasa) masuk, pintu pun ditutup."(HR. Bukhari-Muslim)

e. Memberi syafaat di hari kiamat
Ibnu Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : "Puasa dan Al-Qur'an memberikan syafaat bagi hamba di hari kiamat. PUasa berkata : 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari makanan dan syahwat di siang hari maka perkenankanlah aku untuk memberinya syafaat.' Al-Qur'an berkata : 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari maka perkenankanlah aku untuk memberinya syafaat." (HR. Ahmad)

       Salah satu puasa sunah yang sering dilakukan umat muslim adalah puasa Senin Kami. Banyak orang memilih melakukan puasa Senin Kami sebab dirasa tidak memberatkan karena adanya 2-3 hari yang menyelinginya. Puasa ini juga mudah dilakukan karena mudah diingat waktu pelaksanaannya, tidak terbatas pada tanggal-tanggal tertentu.

       Selain itu, puasa Senin Kamis juga merupakan puasa yang tidak pernah ditinggalkan Nabi Saw selama hidupnya. Beberapa keutamaan puasa pada hari Senin dan Kamis antara lain dapat dijumpai pada hadits-hadits berikut.

(a). Puasa sunah yang paling sering dilakukan Nabi Saw, Abu Hurairah r.a. berkata : Sesungguhnya Nabi Saw paling sering berpuasa pada hari senin dan kamis, saat ditanya beliau bersabda : "Seluruh amal dibentangkan pada hari Senin dan Kamis, ketika itulah Allah mengampuni setiap muslim dan mukmin, kecuali dua orang yang sedang bermusuha. Allah berkata : 'Tangguhkan untuk mereka berdua.'"

(b). Hari kelahiran Nabi Saw dan hari beliau menerima wahyu Diriwayatkan oleh Muslim : Rasulullah Saw ditanya tentang puasa hari senin, beliau bersabda : "Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu juga aku menerima wahyu". (HR. Muslim)

       Di Indonesia, sulit ditemukan muslim yang melakukan puasa Senin Kamis secara rutin. Kebanyakan mereka tenggelam dalam gaya hidup konsumtif, yaitu pola makan yang konstan, instan, dan berlebihan. Padahal, jika saja mereka mau mengetahui lebih lanjut potensi ibadah ini untuk kesehatan, mungkin mereka akan semakin tertarik dan termotivasi untuk melaksanakannya.
(sumber : Puasa Senin Kamis memeng Ajaib)

0 comments:

Posting Komentar