Pages

Sabtu, 26 Februari 2011

"MUkjizat" 1 Dollar 11 Sen




Sally adalah anak pertama dari 2 bersaudara yang masih berusia 8 tahun. Belum lama ini dia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa adiknya, George, sakit dan harus dioperasi. Orangtuanya yang berpenghasilan pas-pasan tidaklah mungkin untuk membiayai operasi yang mahal tersebut, apalagi jaminan asuransi kesehatan telah lama ditutup karena mereka tidak kuat membayar premi.
         "Hanya doa dan 'mukjizat' yang dapat menyelamatkan adikmu!" seru sang ayahnya kepada Sally.
         "Mukjizat? Apa itu?" tanya Sally dalam hati.
         Sesaat kemudian sally masuk ke kamar dan berdoa untuk "mukjizat" yang dia harapkan, yakni kesembuhan adiknya. Tidak lama setelah itu, Sally keluar kamar dan menemui adiknya. Dia ingin tahu, apakah dengan doanya tadi George sudah sembuh atau belum? Ternyata, adik kesayangannya itu belum juga sembuh. Lalu ia kembali ke kamar dan mengambil celengannya. Celengan itu lalu ia pecahkan sehingga uang logam yang ada di dalamnya berhamburan. Satu per satu uang itu dia pungut. setelah dihitung, celengan itu ternyata berisi uang sejumlah 1 Dollar 11 Sen.
         Berbekal uang 1 Dollar 11 Sen tersebut, sally kemudian pamit kepada orangtuanya guna membeli obat untuk adiknya di apotek seberang jalan. Dengan terharu, sang ibu melepas Sally untuk membeli obat dengan nilai uang yang sebenarnya tidak mungkin untuk menebus obat yang dimaksud.
        Sesampai di apotek, Sally tidak terlalu ditnggapi oleh petugas apotek, mungkin karena ia masih terlalu kecil untuk belanja. berbagai cara dilakukannya
 untuk menarik perhatian petugas apotek, namun tidak juga berhasil. Ternyata Sally tidak kehabisan akal, dengan sedikit terpaksa dia mengetuk-ngetuk etalase dengan uang logamnya sehingga mengeluarkan suara yang agak bising. Akibatnya, dengan berang seorang petugas menghampiri Sally dan bertanya, "Mau apa kamu gadis kecil?"
        "Saya mau membeli 'mukjizat' untuk kesembuhan adik saya yang sedang sakit!" jawab sally mantap sambil menunjukkan uang recehnya yang berjumlah 1 Dollar 11 Sen tadi.
        "Maaf gadis kecil, disini kami tidak menjual 'mukjizat'. Kami hanya menjual obat-obatan. Silakan kembali kepada orangtuamu minta uang tabahan agar dapat membeli obat yang kamu maksud!" ujar petugas dengan nada kesal.
         "Bu, tolonglah! Kaya ayah, hanya 'mukjizat' yang dapat menyembuhkan adik saya. Mungkin ibu bisa menolong saya?" pinta Sally.
         Belum sempat sang petugas menjawab, tiba-tiba seorang pria yang mendengar ucapan Sally menghampirinya.
         "Siapa namamu, Nak? Memangnya 'mukjizat' seperti apa yang dibutuhkan oleh adikmu?" tanya pria tersebut.
         Sally pun kemudian menceritakan hal ihwal dirinya serta keadaan yag saat ini ia alami, sementara pria itu dengan sabar mendengarkan cerita Sally.
         "Adik saya, George, sudah lama sakit dan harus dioperasi. Tetapi orangtua saya tidak punya uang untuk biaya operasinya. Kata aya, hanya 'mukjizat' sja yang bisa menyembuhkan adik saya. Untuk itulah saya kemari, siapa tahu apotek ini menjual 'mukjizat' yang ayah saya maksud!" tutur Sally.
         Semakin lama suara gadis kecil itu semakin parau. Bahkan, ketika menceritakan kondiri adinya, Sally mulai menangis. Cerita Sally tampaknya membuat hati pria itu tersentuh.
         "Sudahlah, Nak. Jangan menangis! Sekarang, dapatkan kamu pertemukan saya dengan kedua orangtuamu? Kalau bisa, saya ingin berkunjung ke rumahmu, sekaligus melihat kondisi adikmu yang sedang sakit itu." ungkap pria tersebut sambil memeluk Sally.
         Usust punya usut, pria itu ternyata seorang dokter spesialis bedah terkenal, Carlton Armstrong namanya. Singkat cerita, George akhirnya berhasil dioperasi dengan lancar sehingga kondisinya pulih seperti semula. operasi tersebut dilakukan langsung oleh Dr. Armstrong. tidak hanya itu, Dr. Armstrong pun bahkan membebaskan seluruh biaya operasi.
         "Operasi itu pasti sangat mahal. Kalau saja kamu tidak mempunyai keyakinan dan cinta kasih kepada adikmu, ibu tidak bisa membayangkan berapa harga yang harus dibayarkan untuk itu semua!" puji ibu Sally sambil memeluk putri keyangannya.
         "Bu, harga operasi itu 1 Dollar 11 Sen ditambah dengan 'mukjizat'." jawab sally dengan penuh sukacita.

0 comments:

Posting Komentar