Usia puber mungkin adalah masa dimana gejolak yang seperti ini sangat labil. Jika pada masa ini tidak adas pengenalan yang mantap dan bagus maka semacam salah guna akan dapat terjadi sewaktu-waktu. Secara fitrah manusia memiliki nafsu. Nafsu laki-laki terhadap perempuan dan nafsu perempuan adalah terhadap laki-laki dan ini terlepas dari dis-orientasi seksual.
Pada saat sekarang gendang telinga kita mungkin sudah tidak heran lagi dengan pemberitaan miris seperti hamil diluar nikah, MBA (Married By Accident) dan lain sebagainya. Sebenarnya kita kurang tepat kalau hanya selalu menyalahkan orang yang telah salah. Menurut saya kebijakan yang tepat kepada orang yang telah bersalah adalah membimbing atau mengajak hal serupa agar tidak terjadi lagi dan mengantisipasi kepada orang yang belum melakukan hal semacam itu agar tidak terjadi.
CINTA, "lima huruf yang akan membuat masalah tidak akan selesai-selesai" begitu kata almarhum bapak KH. Zainuddin MZ.
Dengan cinta seseorang mau melakukan apapun agar mendapatkan apa itu cinta, bahkan hal tersebut terlihat mustahil untuk dilakukannya dan tidak banyak yang gagal untuk mencapainya karena ini adalah relatif. Untuk mengenal cinta kita harus selalu berfikir positif, sebab hal seperti pacaran yang cenderung ditujukan kepada para siswa SMU yang telah mengerti tentang seks. Jika suatu keadaan yang dinamakan cinta telah tertanam di diri mereka maka apapun yang diinginkan pasangan akan diberikan secara cuma-cuma oleh pasangan terlepas dari hukum agama karena ini adalah fitrah dan ini juga dinamakan suatu kesalahan.
Dalam drama cinta remaja mungkin tak terlepas dengan putus cinta yang konon katanya selalu mendatangkan kehancuran kepada hati. Dalam keadaan kehancuran hati ini jika datang kepada pribadi yang tidak kuat akan berakibat buruk dan tidak mustahil bunuh diri dan bunuh diri adalah sebuat tindakan yang sangat bodoh bahkan lebih bodoh dari seorang anak yang tidak mengetahui penjumlahan 1+1. Tetapi jika hal ini di derita oleh pribadi yang bijaksana dan kuat dapat membuat sebuah pelajaran yang sangat berharga dan mengubah hidupnya kepada yang lebih baik lagi serta tidak mengulangi kesalah yang sama.Dalam cinta tidak perlu terlalu berlebihan, wajar kita suka dengan lawan jenis tapi tidak perlu berlebihan dan ini juga pernah menjadi pengalaman penulis. Coba kita lihat kembali apa arti cinta itu, cinta itu dimana logika akan terkalahkan oleh imajinasi, api akan terasa es, tusukan beruabah jadi belaian dan sebgainya. Begitu dahsyatnya cinta itu.
Cinta itu ibarat memegang pisau, akan kacau jika berada ditangan yang salah.
Mari kita kenali cinta itu dengan sebenarnya...








0 comments:
Posting Komentar