"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat : "Kapankah terjadinya?" Katakanlah : "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada sisi Tuhanku : tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia." (QS. Al-A'raaf [7]: 187)
Seperti bunyi ayat diatas, kiamat itu memang hanya ALLAH SWT yang tahu. Kita tidak diberi wewenang untuk mengetahuinya. Nabi sendiri, sebagai manusia yang paling dekat hubungannya dengan ALLAH SWT, tak pernah diberitahu mengenai hal ini. Tapi, sebenernya, kiamat bisa didekati secara ilmiah. Betulkah?
Ilmuwan terkemuka inggris, Sir Isaac Newton, pernah meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2060. Ramalan sang ilmuwan yang juga dikenal sebagai "Bapak Ilmu Fisika dan Astronomi Modern" ini tertuang dalam suratnya tahun 1704.
Rasionalis terkenal itu mendasarkan ramalannya dari teks Bible's Book of Daniel (Kitab Daniel). Elaborator hukum klasik gravitasi, hukum gerak dan hukum optik itu berargumen bahwa dunia akan berakhir 1260 tahun setelah berdirinya Kekaisaran Suci Roma di Eropa Barat pada 800M.
Surat yang dipamerkan di Hebrew University, Yerussalem, itu adalah bagian dari pameran "Rahasia-rahasia Newton". Surat itu adalah sebagian dari surat-surat sang ilmuwan Inggris yang dipajang pada pameran itu. Surat-surat tersebut diberikan kepada universitas itu dari seorang kolektor naskah ilmiah yang kaya raya. Pihak universitas mengklaim pameran itu adalah yang pertama kali sejak surat tersebut dipamerkan ke masyarakat pada 1969.
Jika kita mengikuti pendapat Newton seperti disebutkan di atas, berarti hidup kita di dunia ini sebentar lagi. Terhitung dari sekarang yaitu tahun 2011, berarti hidup kita tinggal 55 tahun lagi. Bernarka ini? Sependek inikah usia hidup manusia di dunia?
Jika melihat beberapa petunjuk yang ada sekarang dari tanda-tanda kiamat seperti maraknya orang telanjang di mana-mana, orang bodoh yang menjadi guru dan kiayi kian banyak, manjid semakin ditinggalkan meski ketika dibangun saling berlomba-lomba menjadi yang terbagus dan tercantik dan sebaginya maka kemungkinan ramalan di atas bisa terjadi.
Tetapi, jika pula kit amelihat masih banyak orang alim dan orang pintar yang religius di dunia ini, yang tidak lain merupakan tanda tidak akan terjadinya kiamat, maka itu pula menjadi dasar bagi kita bahwa kiamat masih jauh dari pandangan, bahkan hingga ratusan tahun lagi. Tapi, okelah, itu hanya pendapat seorang Newton. Kita tidak mesti mengikutinya dan mempercayainya. Sebab, lagi-lagi, persoalan kiamat menjadi hak preogratif Tuhan.
Selain Newton, sebenarnya, ada pendapat yang lebih ekstrim yaitu kiamat kemungkinan terjadi tahun 2053. Kiamat menurut pendapat ini lebih cepat dibandingkan pendapat sebelumnya yaitu minus 7 tahun.
Konon, tahun 2053 nanti akan ada sebuah planet X yang disebut "Planet Nibiru" yangtertarik oleh gaya gravitasi matahari yang besar dalam tata surya, sehingga ia masuk ke dalam orbit planet-planet lain dalam keadaan berbalik arah, dan suatu saat ia akan bertabrakan dengan bumi. Bila ini terjadi, inilah dentuman terdahsyat yang pernah terjadi di jagat raya, yang mengakibatkan awal terjadinya kiamat.
Planet X ini pertama kali dikemukakan Percival Lowell tahun 1902 sebagai planet hipotetik yang gravitasinya sanggup menyimpangkan (sedikit) pergerakan Neptunus dan Uranus dari lintasan idealnya. Planet yang sangat humoghous (tak terkira besarnya) ini memiliki massa seratus kali lipat lebih besar dari pada bumi. Inti magetisnya sedemikian dehsyat kekuatannya sehingga bertabrakan dengan medan-medan magnet planet lain dalam tata surya.
Planet X ini merupakan kelanjutan hipotesis John Couch Adams dan Urbain Le Verrier setengan abad sebelumnya, yang bekerja sendiri-sendiri namun sama-sama menyimpulkan adanya planet tak dikenal yang mengganggu Uranus. Penelitian ini berujung mengagumkan dengan ditemukannya Neptunus oleh Gelle dan d'Arrest lewat mata tajam teleskop observatorium berlin pada tahun 1846.
Lagi-lagi, benarkah pendapat diatas? Seorang ilmuwan Indonesia bernamja Ma'rufin Sudibyo (anggota DP Jogya stro Club) membantah pendapat di atas. Menurutya, Nibiru itu tidak ada. Kalaupun planet itu ada, dengan sifat-sifat fisik dan orbitnya, peluangnya untuk masuk ke tata surya bagian dalam atau pun berbenturan dengan bumi adalah nol. Meski begitu, ia menyadari bahwa potensi benturan bumi dengan benda-benda langit cukup besar, meski bumi sudah ditamengi Jupiter dan Bulan.
Pendapat lainnya lagi adalah kiamat akan terjadi 7,6 milyar tahun lagi. Pendapat ini cukup melegakan kita. Berarti, terhitung dari sekarang, hidup manusia di dunia ini masih sangat lama lagi. Meski sekarang kit amelihat sudah ada tanta-tanda kiamat terjadi di muka bumi ini, tapi itu hanyalah segelintir saja. Artinya, kondisi sekarang ini belum begitu parah. Kondisi parah akan terjadi sekitar 7,6 milyar tahunlagi, yang tentunya diiringi oleh kejadian-kejadian ilmiah saat itu, tidak saja persoalan spiritualitas dan moralitas yang semakin parah.
Konon, sekitar 7,6 milyar tahun lagi bumi akan terpanggang dan ditelan oleh matahari yang sedang sekarat. pendapat ini muncul pada jurnal Inggris bernama Astrophysics. Jika bumi terpanggang oleh matahari, kita bisa tebak sendiri apa yang akan terjadi saat itu. Manusia akan mandi keringat dan terbakar kuitnya. Bumi juga bisa mengalami kepanasan luar biasa yang bisa mengakibatkan pohon, gunung, dasn segla isi dalamnya bisa terbakar.
Tetapai, kondisi seperti itu bukan berakhir segalanya bagi umat manusia. Hal ini setidaknya menurut Robert Smith, seorang korektor naska emiritus astronomi di universitas Sussex, Inggris selatan. Menurutnya, ketika matahari kehabisan bahan bakarnya, matahari akan berkembang menjadi "raksasa merah" yang berbahaya. Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, bumi akan selamat dari kehancuran total.
Bukankah salah satu tanda kiamat adalah ketika bumi mengalami kehancuran total? Jika kondisi 7,6 milyar tahun lagi itu tidak membuat bumi hancur total, berarti kiamat pun tentu masih jauh. Bisa jadi, kiamat akan terjadi lebih dari 7,6 milyar tahun lagi, malah bisa di atas 10 milyar tahun lagi.
Menurut Smith, yang bekerja dengan Dr. Klaus-Peter Schoroeder di Universitas Guanajuato, Meksiko, merenggangnya atmosfir bagian luar matahari saat itu menyebabkan bumi mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah. Hal ini mengakibatkan bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan di panggang menjadi uap oleh matahari.
Tetapi, kata Smith, kondisi demikian masih bisa ditolerir. Cara yang pertama adalah dengan memanfaatkan dorongan gravitasi dari asteroid yang melintas untuk secara lembut menarik bumi keluar dari zona bahaya.
Solusi lain, lanjut Smith, adalah membangun armada "rakit kehidupan" antar-planet yang dapat melakukan manuver dengan sendirinya keluar dari jangkauan matahari, manum cukup dekat untuk menggunakan energinya.
Manusia boleh saja berusaha. Kita bisa saja menahan terjadinya benturan antara bumi dengan benda-benda langit suatu saat. Tapi, kita tidak bisa melepaskan diri dari takdir tuhan. Jika Tuhan menghendaki saat itu kaiamt terjadi, apapun yang dilakukan manusia untuk menghalanginya tidak akan mampu.
Apa yang dikemukakan oleh ilmuwan di atas mengenai kemungkinan-kemungkinanterjadinyakiamat berdasarkan analisa mereka terhadap usia bumi atau langit dan sebagainya atau juga analisa mereka atas benturan-benturan dahsyat yang mungkin terjadi di planet ini di kemudian hari, hanyalah sebuah asumsi. Lagi-lagi, ini tidak bisa dijadikan sebagai pegangan. Kita boleh saja berpendapat, tapi Tuhan pula yang menentukan akhirnya.
Kita sebagai umat manusia tidak perluy hanyut dalam ramalan-ramalan tersebut. Kita hanya dianjurkan untuk semakin dekat pada Tuhan. Perbanyaklah ibadah, puasa dan shalat-shalat sunnah. Ketika hati dan jiwa kita sudah dekat dengan Tuhan, kalau kiamat terjadi besok sekali pun kita pasti akan siap menerimanya. Sebab, kita akan dipanggil tuhan dalam kondisi yang beriman.
Andai pun kta harus percaya dengan ramalan para lmuwan tersebut, hendaklah itu dijadikan sebagai bahan renungan kita untuk bisa melecut diri kita menjadi hamba yang semakin beriman di depan Allah. Sementara bagi yang tidak percaya, tetapi dianjurkan untuk banyak beribadah kepada-Nya. Siapa tahu, besok dia yang akan mati tanpa harus datangnya hari kiamat. Untung, jika di asudah bertaubat. Jika tidak, ia akan menyesal selama-lamanya. Wallahu a'lam bil shawab!
sumber: Menyibak misteri ALAM GAIB, Tim Hidayah
Ilmuwan terkemuka inggris, Sir Isaac Newton, pernah meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2060. Ramalan sang ilmuwan yang juga dikenal sebagai "Bapak Ilmu Fisika dan Astronomi Modern" ini tertuang dalam suratnya tahun 1704.
Rasionalis terkenal itu mendasarkan ramalannya dari teks Bible's Book of Daniel (Kitab Daniel). Elaborator hukum klasik gravitasi, hukum gerak dan hukum optik itu berargumen bahwa dunia akan berakhir 1260 tahun setelah berdirinya Kekaisaran Suci Roma di Eropa Barat pada 800M.
Surat yang dipamerkan di Hebrew University, Yerussalem, itu adalah bagian dari pameran "Rahasia-rahasia Newton". Surat itu adalah sebagian dari surat-surat sang ilmuwan Inggris yang dipajang pada pameran itu. Surat-surat tersebut diberikan kepada universitas itu dari seorang kolektor naskah ilmiah yang kaya raya. Pihak universitas mengklaim pameran itu adalah yang pertama kali sejak surat tersebut dipamerkan ke masyarakat pada 1969.
Jika kita mengikuti pendapat Newton seperti disebutkan di atas, berarti hidup kita di dunia ini sebentar lagi. Terhitung dari sekarang yaitu tahun 2011, berarti hidup kita tinggal 55 tahun lagi. Bernarka ini? Sependek inikah usia hidup manusia di dunia?
Jika melihat beberapa petunjuk yang ada sekarang dari tanda-tanda kiamat seperti maraknya orang telanjang di mana-mana, orang bodoh yang menjadi guru dan kiayi kian banyak, manjid semakin ditinggalkan meski ketika dibangun saling berlomba-lomba menjadi yang terbagus dan tercantik dan sebaginya maka kemungkinan ramalan di atas bisa terjadi.
Tetapi, jika pula kit amelihat masih banyak orang alim dan orang pintar yang religius di dunia ini, yang tidak lain merupakan tanda tidak akan terjadinya kiamat, maka itu pula menjadi dasar bagi kita bahwa kiamat masih jauh dari pandangan, bahkan hingga ratusan tahun lagi. Tapi, okelah, itu hanya pendapat seorang Newton. Kita tidak mesti mengikutinya dan mempercayainya. Sebab, lagi-lagi, persoalan kiamat menjadi hak preogratif Tuhan.
Selain Newton, sebenarnya, ada pendapat yang lebih ekstrim yaitu kiamat kemungkinan terjadi tahun 2053. Kiamat menurut pendapat ini lebih cepat dibandingkan pendapat sebelumnya yaitu minus 7 tahun.
Konon, tahun 2053 nanti akan ada sebuah planet X yang disebut "Planet Nibiru" yangtertarik oleh gaya gravitasi matahari yang besar dalam tata surya, sehingga ia masuk ke dalam orbit planet-planet lain dalam keadaan berbalik arah, dan suatu saat ia akan bertabrakan dengan bumi. Bila ini terjadi, inilah dentuman terdahsyat yang pernah terjadi di jagat raya, yang mengakibatkan awal terjadinya kiamat.
Planet X ini pertama kali dikemukakan Percival Lowell tahun 1902 sebagai planet hipotetik yang gravitasinya sanggup menyimpangkan (sedikit) pergerakan Neptunus dan Uranus dari lintasan idealnya. Planet yang sangat humoghous (tak terkira besarnya) ini memiliki massa seratus kali lipat lebih besar dari pada bumi. Inti magetisnya sedemikian dehsyat kekuatannya sehingga bertabrakan dengan medan-medan magnet planet lain dalam tata surya.
Planet X ini merupakan kelanjutan hipotesis John Couch Adams dan Urbain Le Verrier setengan abad sebelumnya, yang bekerja sendiri-sendiri namun sama-sama menyimpulkan adanya planet tak dikenal yang mengganggu Uranus. Penelitian ini berujung mengagumkan dengan ditemukannya Neptunus oleh Gelle dan d'Arrest lewat mata tajam teleskop observatorium berlin pada tahun 1846.
Lagi-lagi, benarkah pendapat diatas? Seorang ilmuwan Indonesia bernamja Ma'rufin Sudibyo (anggota DP Jogya stro Club) membantah pendapat di atas. Menurutya, Nibiru itu tidak ada. Kalaupun planet itu ada, dengan sifat-sifat fisik dan orbitnya, peluangnya untuk masuk ke tata surya bagian dalam atau pun berbenturan dengan bumi adalah nol. Meski begitu, ia menyadari bahwa potensi benturan bumi dengan benda-benda langit cukup besar, meski bumi sudah ditamengi Jupiter dan Bulan.
Pendapat lainnya lagi adalah kiamat akan terjadi 7,6 milyar tahun lagi. Pendapat ini cukup melegakan kita. Berarti, terhitung dari sekarang, hidup manusia di dunia ini masih sangat lama lagi. Meski sekarang kit amelihat sudah ada tanta-tanda kiamat terjadi di muka bumi ini, tapi itu hanyalah segelintir saja. Artinya, kondisi sekarang ini belum begitu parah. Kondisi parah akan terjadi sekitar 7,6 milyar tahunlagi, yang tentunya diiringi oleh kejadian-kejadian ilmiah saat itu, tidak saja persoalan spiritualitas dan moralitas yang semakin parah.
Konon, sekitar 7,6 milyar tahun lagi bumi akan terpanggang dan ditelan oleh matahari yang sedang sekarat. pendapat ini muncul pada jurnal Inggris bernama Astrophysics. Jika bumi terpanggang oleh matahari, kita bisa tebak sendiri apa yang akan terjadi saat itu. Manusia akan mandi keringat dan terbakar kuitnya. Bumi juga bisa mengalami kepanasan luar biasa yang bisa mengakibatkan pohon, gunung, dasn segla isi dalamnya bisa terbakar.
Tetapai, kondisi seperti itu bukan berakhir segalanya bagi umat manusia. Hal ini setidaknya menurut Robert Smith, seorang korektor naska emiritus astronomi di universitas Sussex, Inggris selatan. Menurutnya, ketika matahari kehabisan bahan bakarnya, matahari akan berkembang menjadi "raksasa merah" yang berbahaya. Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, bumi akan selamat dari kehancuran total.
Bukankah salah satu tanda kiamat adalah ketika bumi mengalami kehancuran total? Jika kondisi 7,6 milyar tahun lagi itu tidak membuat bumi hancur total, berarti kiamat pun tentu masih jauh. Bisa jadi, kiamat akan terjadi lebih dari 7,6 milyar tahun lagi, malah bisa di atas 10 milyar tahun lagi.
Menurut Smith, yang bekerja dengan Dr. Klaus-Peter Schoroeder di Universitas Guanajuato, Meksiko, merenggangnya atmosfir bagian luar matahari saat itu menyebabkan bumi mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah. Hal ini mengakibatkan bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan di panggang menjadi uap oleh matahari.
Tetapi, kata Smith, kondisi demikian masih bisa ditolerir. Cara yang pertama adalah dengan memanfaatkan dorongan gravitasi dari asteroid yang melintas untuk secara lembut menarik bumi keluar dari zona bahaya.
Solusi lain, lanjut Smith, adalah membangun armada "rakit kehidupan" antar-planet yang dapat melakukan manuver dengan sendirinya keluar dari jangkauan matahari, manum cukup dekat untuk menggunakan energinya.
Manusia boleh saja berusaha. Kita bisa saja menahan terjadinya benturan antara bumi dengan benda-benda langit suatu saat. Tapi, kita tidak bisa melepaskan diri dari takdir tuhan. Jika Tuhan menghendaki saat itu kaiamt terjadi, apapun yang dilakukan manusia untuk menghalanginya tidak akan mampu.
Apa yang dikemukakan oleh ilmuwan di atas mengenai kemungkinan-kemungkinanterjadinyakiamat berdasarkan analisa mereka terhadap usia bumi atau langit dan sebagainya atau juga analisa mereka atas benturan-benturan dahsyat yang mungkin terjadi di planet ini di kemudian hari, hanyalah sebuah asumsi. Lagi-lagi, ini tidak bisa dijadikan sebagai pegangan. Kita boleh saja berpendapat, tapi Tuhan pula yang menentukan akhirnya.
Kita sebagai umat manusia tidak perluy hanyut dalam ramalan-ramalan tersebut. Kita hanya dianjurkan untuk semakin dekat pada Tuhan. Perbanyaklah ibadah, puasa dan shalat-shalat sunnah. Ketika hati dan jiwa kita sudah dekat dengan Tuhan, kalau kiamat terjadi besok sekali pun kita pasti akan siap menerimanya. Sebab, kita akan dipanggil tuhan dalam kondisi yang beriman.
Andai pun kta harus percaya dengan ramalan para lmuwan tersebut, hendaklah itu dijadikan sebagai bahan renungan kita untuk bisa melecut diri kita menjadi hamba yang semakin beriman di depan Allah. Sementara bagi yang tidak percaya, tetapi dianjurkan untuk banyak beribadah kepada-Nya. Siapa tahu, besok dia yang akan mati tanpa harus datangnya hari kiamat. Untung, jika di asudah bertaubat. Jika tidak, ia akan menyesal selama-lamanya. Wallahu a'lam bil shawab!
sumber: Menyibak misteri ALAM GAIB, Tim Hidayah







0 comments:
Posting Komentar