Ibu. Setiap kita mempunyai seorang Ibu, meski
tak semuanya pernah membelai Ibu. Setiap langkah kita, nafas, dan kepintaran
kita sekarang itu adalah perjuangan keras sang Ibu dalam memberikan kasih
sayang nya semenjak kita berada didalam kandungan hingga terlahir di dunia ini
dan selamanya.
Kasih
sayang Ibu tidak akan mampu dibayar dengan uang triliyunan rupiah.
Bermacam-macam model Ibu yang bisa kita temui di bawah kolong langit ini. Ada
ibu yang membesarkan anaknya sambil berjualan minuman di tepi jalan, ada juga
ibu yang
rela menjadi tukang ojek demi menghidupi anaknya dan masih banyak sekali contoh yang lain. Tak ada habisnya kasih sayang dan perjuangan Ibu. Saat kita terbangun dan menangis di tengah malam, Ibu terbangun dengan tiba-tiba sekaligus memotong mimpi indahnya demi membersihkan air kencing pada tubuh kita sekaligus menggantikan popok kita. Beliau menyuapi kita saat makan, yang mungkin makanan yang disuapkan kepada kita adalah rezeki yang sangat susah payah didapatkan tapi kita tidak menghabiskannya.
rela menjadi tukang ojek demi menghidupi anaknya dan masih banyak sekali contoh yang lain. Tak ada habisnya kasih sayang dan perjuangan Ibu. Saat kita terbangun dan menangis di tengah malam, Ibu terbangun dengan tiba-tiba sekaligus memotong mimpi indahnya demi membersihkan air kencing pada tubuh kita sekaligus menggantikan popok kita. Beliau menyuapi kita saat makan, yang mungkin makanan yang disuapkan kepada kita adalah rezeki yang sangat susah payah didapatkan tapi kita tidak menghabiskannya.
Setiap
kata Ibu mengandung ajaran dan ajakan. Sewaktu kecil kita selalu dimarahi kalau
tidak sholat, bahkan ada sebagian dari kita sampai membenci Ibu nya yang
berkata kasar karena kita tidak mau sholat. Padahal sebenarnya itu adalah kata
kasih sayang yang tak semua orang bisa mendengarnya dari mulut ibu Kandungnya.
Ibu
adalah pekerja keras. Ibu setiap orang tidaklah sama, Ibu rumah tangga dengan
Ibu yang berprofesi sebagai wanita karir juga tidaklah sama. Tapi bagaimanapun,
Ibu menjalani pekerjaannya bukan karena ke egoisannya yang mana berdampak pada
kita yang jarang bisa bertemu dengan kita. Seperti Ibu yang berprofesi sebagai
wanita karir. Ada cara tersendiri untuk mendidik kita, kita akan bisa belajar
cara mengerti dengan orang lain, bagaimana cara mandiri, sulitnya untuk mencari
nafkah dan lainnya. Ibu selalu sayang dengan anaknya, karena begitulah naluri
sang Ibu.
Ibu
adalah orang sabar pertama yang kita jumpai. Dalam agama kita diajarkan
bagaimana sikap sabar dapat masuk menjadi salah satu pribadi kita seperti yang
telah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Namun bagaimanapun orang yang pertama
kali memeberi percontohan untuk sikap sabar adalah Ibu. Beliau mendidik kita
dengan tidak kenal lelah yang mana secara tidak langsung menunjukkan bahwa
dialah orang yang menunjukka sikap sabar kepada kita.
Ibu
adalah orang yang mencintai kita. Kita terlahir didunia rata-rata dalam keadaan
menangis dan Ibu menyambut kita bahagia. Saat itu kita tidak lah berdaya,
jangankan untuk membela diri untuk mengutarakan pembelaan diri saja belum bisa.
Dekapan Ibu sewaktu kita baru dilahirkan adalah sebuah dekapan yang paling
aman, karena kita akan didekap dengan CINTA bukan dengan kalimat kasihan. Hari
berganti bulan dan bulan berubah menjadi tahun, sedikit demi sedikit kita
tumbuh menjadi seorang remaja, pada fase ini tidak sedikit anak yang sudah
mulai melawan orangtua nya, berkata kasar, berbohong dan lain sebagainya. Dalam
tulisan ini saya menghimbau saudara-saudara saya dari seluruh dunia, marilah
kita cintai Ibu dan ayah kita sebagaimana kasih sayang nya kepada kita yang tak
akan pernah terbalaskan oleh kita. Mari kita hormati mereka karena perjuangan
nya sangat besar. Mari kita cinta mereka karena itu lah yang sepantasnya kita
berikan, meskipun cinta kita tak akan mampu membayar segala cinta yang telah
diberikan, namun cinta yang kita berikan lebih baik daripada sakit yang dapat
membuat ayah dan ibu merasa sedih.
Untuk
orangtua kita yang kita cintai. Marilah kita sama-sama mengatakan.
Mom,,,
Everyday








0 comments:
Posting Komentar