Disetiap langkah, nafas, kedipan mata, getaran suara berupa
kata-kata dan semangat yang berupa dinamika sehari-hari adalah bentuk nikmat
yang kadangkala tidak kita sadari dan syukuri. Banyak orang-orang disekitar
kita tidak mendapatkan hal tersebut ataupun yang lain daripada itu karena jika
dihitung nikmat itu sangat banyak adanya serta tidak bisa diukur dengan materi
untuk mendapatkannya. Betapa ALLAH maha pengasih lagi maha penyayang telah
memberikan itu semuanya. Orang-orang kebanyakan sering terfokus pada apa yang
ingin mereka capai dan jika apa yang ingin dicapai tersebut itu gagal maka
datanglah keluhan, menyalahkan orang lain bahkan tuhan pun menjadi sasaran yang
disalahkan. Sungguh miris hal yang seperti itu.
Jika dikutip dari perkataan Alm KH
Zainuddin MZ dia berkata yang lebih kurang maksudnya adalah bahwasanya manusia
yang hidup di kolong langit ini, yang bernafas di bumi ini hanya terima bersih.
Tidak ada satu orang pun bahkan rasul sekalipun yang memesan takdir mereka
sebelum berada di dunia ini, kasarnya kita hanya terima jadi dan jelasnya tak
seorangpun yang meminta rupa, nasib, warna kulit, suku dan lainnya seperti yang
didapatkan sekarang. Terjadinya ketidaksamaan dimuka bumi ini merupakan rahmat
dari ALLAH, kita sebaiknya hidup bukan untuk mencari perbedaan tetapi sebaiknya
mencari kesamaan. Sebab jika hanya mencari perbedaan akan menyebabkan
perpecahan satu dan yang lain.
Bagi orang yang bersyukur atas apa
yang telah mereka dapatkan sekarang, batinnya selalu merasa bahagia, langit
setiap hari terasa indah olehnya meskipun langit setiap hari itu tak sama
kadangkala menurunkan hujan, memperlihatkan kemendungan dan lain sebagainya.
Orang yang bersyukur selalu mencari-cari nilai kenikmatan yang dirasakannya.
Bisa jadi dikala malam menyapa dengan hujan yang lebat dan petir yang
seolah-olah mengamuk adalah sebuah kenikmatan bagi yang selalu bersyukur dan
merenung, dan bukannya mengutuk alam ini seraya berkata “ah dasar hujan, tidak
mengerti orang ada urusan!”. Percayalah, setiap yang terjadi didunia ini adalah
kehendak ALLAH azza wa jalla yang mana telah tertoreh di lauhul mahfuz dan
terjaga kesuciannya.
Penulis mengajak saudara-saudara
sekalian yang dirahmati ALLAH agar kita sama-sama merenung sebab hidup ini terlalu
cantik hanya untuk mengeluh dan memberontak dengan takdir. Dengan renungan kita
akan cenderung melahirkan sindrom yang bernama rasa syukur dan rasa syukur itu
pun salah satu kunci sukses di dunia dan akhirat. Mungkin ini kelihatannya
mustahil, namun kenyataan nya memang begitu. Orang-orang sukses didunia ini
yang dari berbagai negara, agama dan budaya kebanyakan mereka berhasil dengan
mempraktekkan rasa syukur dalam kehidupannya, ketika bangun tidur mereka
bersyukur masih bisa melihat pagi, ketika sampai waktu malam mereka bersyukur
bisa merasakan ketentraman malam yang sunyi. Dengan rasa syukur itu akan timbul
semangat yang tak ada putus-putusnya—kontinu.
Marilah kita sama-sama membiasakan
rasa syukur itu. Hidup ini sementara. Mari kita sama-sama mendoakan. Saling
membantu. Sederhananya kita menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Salam
sukses.







0 comments:
Posting Komentar