Pages

Kamis, 26 April 2012

Arti Sebuah Renungan

          
          Disetiap langkah, nafas, kedipan mata, getaran suara berupa kata-kata dan semangat yang berupa dinamika sehari-hari adalah bentuk nikmat yang kadangkala tidak kita sadari dan syukuri. Banyak orang-orang disekitar kita tidak mendapatkan hal tersebut ataupun yang lain daripada itu karena jika dihitung nikmat itu sangat banyak adanya serta tidak bisa diukur dengan materi untuk mendapatkannya. Betapa ALLAH maha pengasih lagi maha penyayang telah memberikan itu semuanya. Orang-orang kebanyakan sering terfokus pada apa yang ingin mereka capai dan jika apa yang ingin dicapai tersebut itu gagal maka datanglah keluhan, menyalahkan orang lain bahkan tuhan pun menjadi sasaran yang disalahkan. Sungguh miris hal yang seperti itu.
            Jika dikutip dari perkataan Alm KH Zainuddin MZ dia berkata yang lebih kurang maksudnya adalah bahwasanya manusia yang hidup di kolong langit ini, yang bernafas di bumi ini hanya terima bersih. Tidak ada satu orang pun bahkan rasul sekalipun yang memesan takdir mereka sebelum berada di dunia ini, kasarnya kita hanya terima jadi dan jelasnya tak seorangpun yang meminta rupa, nasib, warna kulit, suku dan lainnya seperti yang didapatkan sekarang. Terjadinya ketidaksamaan dimuka bumi ini merupakan rahmat dari ALLAH, kita sebaiknya hidup bukan untuk mencari perbedaan tetapi sebaiknya mencari kesamaan. Sebab jika hanya mencari perbedaan akan menyebabkan perpecahan satu dan yang lain.
            Bagi orang yang bersyukur atas apa yang telah mereka dapatkan sekarang, batinnya selalu merasa bahagia, langit setiap hari terasa indah olehnya meskipun langit setiap hari itu tak sama kadangkala menurunkan hujan, memperlihatkan kemendungan dan lain sebagainya. Orang yang bersyukur selalu mencari-cari nilai kenikmatan yang dirasakannya. Bisa jadi dikala malam menyapa dengan hujan yang lebat dan petir yang seolah-olah mengamuk adalah sebuah kenikmatan bagi yang selalu bersyukur dan merenung, dan bukannya mengutuk alam ini seraya berkata “ah dasar hujan, tidak mengerti orang ada urusan!”. Percayalah, setiap yang terjadi didunia ini adalah kehendak ALLAH azza wa jalla yang mana telah tertoreh di lauhul mahfuz dan terjaga kesuciannya.
            Penulis mengajak saudara-saudara sekalian yang dirahmati ALLAH agar kita sama-sama merenung sebab hidup ini terlalu cantik hanya untuk mengeluh dan memberontak dengan takdir. Dengan renungan kita akan cenderung melahirkan sindrom yang bernama rasa syukur dan rasa syukur itu pun salah satu kunci sukses di dunia dan akhirat. Mungkin ini kelihatannya mustahil, namun kenyataan nya memang begitu. Orang-orang sukses didunia ini yang dari berbagai negara, agama dan budaya kebanyakan mereka berhasil dengan mempraktekkan rasa syukur dalam kehidupannya, ketika bangun tidur mereka bersyukur masih bisa melihat pagi, ketika sampai waktu malam mereka bersyukur bisa merasakan ketentraman malam yang sunyi. Dengan rasa syukur itu akan timbul semangat yang tak ada putus-putusnya—kontinu.
            Marilah kita sama-sama membiasakan rasa syukur itu. Hidup ini sementara. Mari kita sama-sama mendoakan. Saling membantu. Sederhananya kita menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Salam sukses. 

0 comments:

Posting Komentar